Dian Sukmawati


counter

Pages

Kamis, 05 Juni 2014

Awas, stres bisa picu kecanduan makanan manis

Stres tak hanya bisa menjadi masalah untuk kesehatan mental, melainkan juga bisa memicu seseorang untuk lebih banyak makan makanan manis. Hormon yang diaktifkan ketika seseorang merasa cemas atau diketahui mempengaruhi sel perasa yang bertugas mengidentifikasi rasa manis, gurih, dan pahit.

Penemuan ini bisa menjelaskan mengapa banyak orang menjadi suka makan makanan manis atau banyak makan ketika mereka merasa cemas, stres, atau tertekan. Hormon bernama glucocorticoids bekerja langsung pada indera perasa ketika seseorang merasa stres dan mengubah cara seseorang merespon pada gula dan makanan manis lainnya.

"Cara kita mengecap rasa manis terpengaruh oleh stres. Penelitian kami menunjukkan mekanisme molekuler yang membantu menjelaskan mengapa orang cenderung makan makanan yang manis ketika mereka merasa stres," ungkap peneliti, seperti dilansir oleh Daily Mail (04/06).

Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan penelitian terhadap tikus laboratorium. Tikus yang merasa stres memiliki hormon reseptor rasa 77 persen lebih banyak dibandingkan tikus yang tidak stres. Meski begitu, peneliti menemukan bahwa hormon tersebut tidak mempengaruhi cara seseorang merasakan rasa asam.

Tak hanya saraf perasa yang ada pada mulut saja yang terpengaruh, perasa pada pankreas dan usus juga diketahui terpengaruh oleh stres. Hal ini nantinya akan mempengaruhi metabolisme gula dan nutrisi lainnya dalam tubuh. Jika dilanjutkan, bisa jadi dalam jangka panjang hal ini tak hanya memicu kecanduan gula dan makanan manis melainkan juga obesitas dan kelainan berat badan, serta diabetes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar