Stres tak hanya bisa menjadi masalah untuk kesehatan mental, melainkan
juga bisa memicu seseorang untuk lebih banyak makan makanan manis.
Hormon yang diaktifkan ketika seseorang merasa cemas atau diketahui
mempengaruhi sel perasa yang bertugas mengidentifikasi rasa manis,
gurih, dan pahit.
Penemuan ini bisa menjelaskan mengapa banyak
orang menjadi suka makan makanan manis atau banyak makan ketika mereka
merasa cemas, stres, atau tertekan. Hormon bernama glucocorticoids
bekerja langsung pada indera perasa ketika seseorang merasa stres dan
mengubah cara seseorang merespon pada gula dan makanan manis lainnya.
"Cara
kita mengecap rasa manis terpengaruh oleh stres. Penelitian kami
menunjukkan mekanisme molekuler yang membantu menjelaskan mengapa orang
cenderung makan makanan yang manis ketika mereka merasa stres," ungkap
peneliti, seperti dilansir oleh Daily Mail (04/06).
Hasil
ini didapatkan peneliti setelah melakukan penelitian terhadap tikus
laboratorium. Tikus yang merasa stres memiliki hormon reseptor rasa 77
persen lebih banyak dibandingkan tikus yang tidak stres. Meski begitu,
peneliti menemukan bahwa hormon tersebut tidak mempengaruhi cara
seseorang merasakan rasa asam.
Tak hanya saraf perasa yang ada
pada mulut saja yang terpengaruh, perasa pada pankreas dan usus juga
diketahui terpengaruh oleh stres. Hal ini nantinya akan mempengaruhi
metabolisme gula dan nutrisi lainnya dalam tubuh. Jika dilanjutkan, bisa
jadi dalam jangka panjang hal ini tak hanya memicu kecanduan gula dan
makanan manis melainkan juga obesitas dan kelainan berat badan, serta
diabetes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar